Tag: Liga Primer Inggris

Liverpool vs Middlesbrough, Tiket Liga Champions

Liverpool vs Middlesbrough

Liverpool bakal menjalani laga hidup dan mati ketika menjamu Middlesbrough di Anfield Stadium pada akhir pekan ini. Pertandingan pamungkas Liga Primer Inggris musim ini memang tidak akan berarti apa-apa bagi tim tamu. Tetapi berbeda bagi The Reds yang berambisi untuk kembali tampil di kancah Liga Champions pada musim depan.

Liverpool vs Middlesbrough
Liverpool akan menghadapi Middlesbrough pada partai pamungkas Liga Primer Inggris musim ini

Jelang laga penutup musim itu, tim arahan Jurgen Klopp masih menempati posisi keempat pada tabel klasemen sementara EPL. Adapun peringkat empat itu dapat dikatakan belum aman. Pasalnya, Arsenal yang tepat berada satu tingkat dibawahnya hanya berjarak satu poin. Terlebih, tim berjuluk The Gunners itu tengah berada dalam tren positif, berhasil meraih empat kemenangan pada empat laga terakhir.

Tekanan tentu berada di pundak Liverpool, lantaran sudah tidak mampu bersaing di posisi empat besar dalam tiga musim terakhir. Yang secara otomatis membuat mereka absen di kompetisi antarklub tertinggi di Eropa.

Dari kubu tim tuan rumah, pemain andalan mereka di lini depan Roberto Firmino masih belum berada dalam kondisi prima. Kemungkinan Daniel Sturridge akan menggantikan perannya di lini serang. Penyerang Internasional Inggris itu sukses menunjukkan kehebatannya pada pertandingan melawan West Ham United pada pekan lalu. Ia berhasil menjadi pencetak gol pembuka pada kemenangan 4-0 di London Stadium. Kemungkinan, lini depan The Reds akan diperankan oleh Divorick Origi, Sturridge dan Philippe Coutinho.

Sementara dari kubu tim tamu, The Boro telah dipastikan akan berkancah di Divisi Championship pada musim depan. Dan hanya berhasil meraih empat poin dari lima pertandingan terakhir. Catatan buruk itu tentu akan dimanfaatkan oleh Liverpool. Akan tetapi, Middlesbrough tidak ingin menutup musim dengan kekalahan. Klub asal North Yorkshire itu akan berusaha untuk membawa pulang poin.

Jurgen Klopp: Laga Ini Bukanlah Final

Banyak kalangan yang menilai bahwa laga melawan Middlesbrough layaknya pertandingan final. Tetapi berbeda dengan pendapat sang manajer Liverpool Jurgen Kloop. Sang pelatih justru lebih mendinginkan suasana, supaya para pemainnya tidak merasa terbebani.

Jurgen Klopp
Jurgen Klopp memandang laga melawan Middlesbrough seperti laga sepakbola pada umumnya

“Kami menilai bahwa laga ini tidak butuh deskripsi yang berbeda. Seperti laga ini adalah Final Piala Dunia atau Final Piala atau pun laga yang amat penting untuk kedepannya dan ungkapan lainnya.”

“Ini adalah laga sepakbola pada umumnya. Apabila kami benar-benar menuntut diri kami pada setiap pertandingan untuk meraih kemenangan. Lantas apa bedanya? Kami akan terus memiliki tekanan seperti ini. Karena itulah yang kami harapkan untuk keluar sebagai pemenang di setiap pertandingan. Tentu, kami harus melakukan hal terbaik.”

“Kami harus menjaga pertahanan dengan baik, begitu juga untuk menciptakan peluang dan mencetak gol. Jadi, kami menilai bahwa tidak ada bedanya dan saya berpikiran bahwa tidak setiap orang membutuhkan motivasi seperti ini. Pada kenyataannya, bahwa kami harus bermain sepakbola sebaik mungkin dan saya sangat bahagia memiliki tim ini,” ujar mantan Borussia Dortmund.

Steve Agnew: Mari Tutup Akhir Musim Depan Kemenangan

Pelatih Middlesbrough Steve Agnew menyatakan bahwa ambisi bertandang ke Anfield Stadium melawan Liverpool akhir pekan ini adalah meraih kemenangan. Dengan demikian, mengakhiri musim ini dengan indah.

Steve Agnew
Steve Agnew berambisi menutup musim dengan kemenangan

“Kami memang sudah dipastikan akan terdegradasi. Tetapi, kami ingin menutup musim ini dengan kemenangan. Kami tahu, bahwa lawan yang kami hadapi tengah berusaha untuk meraih tiket ajang Eropa pada musim depan. Namun, kami akan berusaha keras untuk mengakhiri petualangan musim ini dengan indah,” ujar Agnew.

Profil: Masa Kecil Berat Jadikan N’Golo Kante Pemain Hebat

N'Golo Kante

Saat ini, N’Golo Kante telah menjelma sebagai pemain sepakbola hebat. Pada masa kecil yang dirinya lalui, ternyata mampu menjadikan sosok Kante sebagai pesepakbola yang sukses berkarir di tanah Inggris.

N'Golo Kante
N’Golo Kante, masa kecil yang berat jadikan dirinya sebagai pemain sepakbola hebat

Kante telah menjadi pemain penting di lini tengah Chelsea pada musim ini. Sejak pada musim lalu sukses mengantarkan Leiester City menjadi kampiun. Bersama The Blues, Kante sukses kembali mengangkat trofi EPL pada musim ini. Kepastian itu diperoleh saat Chelsea meraih kemenangan tipis 1-0 kala bertandang ke markas West Bromwich Albion.

Dibalik perjalanan karirnya yang sukses, ternyata terdapat usaha keras yang sudah Kante lakukan sejak berumur 11 tahun. Sejak kecil, Kante diajari oleh keluarga untuk selalu bekerja keras, karena itu adalah kunci meraih kesuksesan.

“Dia (Kante) berasal dari keluarga yang besar, memiliki empat saudara perempuan dan empat saudara laki-laki. Dia telah ditinggalkan oleh sesosok ayah sejak usianya masih 11 tahun. Sejak itu, dia sudah merasakan bagaimana rasanya tanggung jawab.

“Ibunya merupakan seorang petugas kebersihan. Dan Dia juga bekerja di bidang yang sama, namun lebih sebagai petugas pemungut sampah.Sehingga, sejak usia dini dia telah diajari bagaimana nilai dari suatu kerja keras. Itulah jalan satu-satunya untuk menuju tangga kesuksesan,” ungkap pewarta sepakbola yang mewawancarai dirinya di sebuah majalah bola.

N’Golo Kante Dinobatkan Sebagai Pemain Terbaik PFA 2016/17

Gelandang bertahan Chelsea, N’Golo Kante resmi dinobatkan sebagai Pemain Terbaik PFA 2016/17 berkat penampilan gemilangnya pada musim ini. Sementara, Delle Ali dari Tottenham Hotspur menyabet penghargaan sebagai Pemain Muda Terbaik untuk kedua kalinya secara beruntun.

N'Golo Kante
N’Golo Kante sukses raih penghargaan Pemain Terbaik PFA 2016/17

Sejak ditransfer dari Leicester City pada bursa transfer musim panas lalu. Kante langsung menjelma sebagai sosok pemain penting di lini tengah permainan The Blues. Ia juga memainkan peran yang sangat penting dalam keberhasilan Chelsea mengunci gelar juara Liga Primer Inggris pada musim ini.

Dalam pemungutan suara atau voting yang diadakan, punggawa Internasional Prancis itu sukses mengungguli rekan setimnya di Stamford Bridge, Eden Hazard. Penyerang Manchester United yang baru bergabung pada musim ini, Zlatan Ibrahimovic melengkapi posisi tiga besar.

Gelandang berusia 26 tahun menjadi pemain keempat asal Prancis yang sukses meraih gelar tahunan itu setelah sebelumnya Eric Cantona bersama Manchester United, David Ginola ketika bermain untuk Tottenham Hotspur, dan Thierry Henry yang sukses meraih gelar sebanyak dua kali saat membela Arsenal.

Statistik musim ini (hingga pekan ke 37 Liga Primer Inggris), Kante menyumbangkan satu gol dan satu assist. Akan tetapi, kontribusi dirinya di lini tengah permainan yang mampu menghentikan perlawanan lawan dan bagaikan sebuah perisai bagi lini pertahanan tim asuhan Antonio Conte. Tercatat, Kante telah menorehkan 72 kali intersep dan 110 tekel.

Kante: Chelsea Siap Raih Semua Trofi Pada Musim Depan

N’Golo Kante mengungkapkan bahwa Chelsea pada musim depan siap untuk bersaing di semua kompetisi. Bahkan, gelandang Internasional Prancis itu berharap timnya raih semua gelar juara.

N'Golo Kante
N’Golo Kante siap untuk menerima tantangan pada musim depan

The Blues pada musim ini sukses mengunci gelar juara Liga Primer Inggris. Dan berpeluang untuk menyandingkan gelar juara itu dengan trofi Piala FA, apabila mampu meraih kemenangan atas rival sekota Arsenal di partai final yang akan berlangsung akhir bulan ini.

“Musim depan merupakan tantangan baru bagi kami. Kami akan berusaha keras untuk mempertahankan gelar juara. Dan tentu mencoba meraih semua gelar juara, baik itu dua trofi domestik maupun Liga Champions,”

“Untuk tim sekelas Chelsea, tentu kami ingin memenangkan segalanya. Kami berusaha untuk mewujudkan hal tersebut dan keluar sebagai juara. Ini merupakan tantangan baru bagi semua orang,” ujar Kante.

Lawan Southampton, Manchester United Siap Akhiri Tren Negatif

Southampton vs Manchester United

Manchester United akan melakoni laga tandang terakhir mereka di kancah Liga Primer Inggris melawan Southampton di St. Mary’s Stadium dalam lanjutan matchday ke 37 hari Kamis (17/05) dinihari nanti. Setelah dalam dua laga tandang terakhir menelan kekalahan di kancah EPL, United siap untuk mengakhiri tren negatif tersebut.

Southampton vs Manchester United
Manchester United siap akhiri tren tandang negatif mereka, ketika menghadapi Southampton

The Reds Devil masih tertahan di urutan keenam dengan mengoleksi 65 angka. Terpaut tujuh poin dari Arsenal yang berada di zona Eropa dan berselisih delapan poin dari Liverpool yang menduduki urutan akhir zona Liga Champions.

Secara sistematis, tim arahan Jose Mourinho dapat dipastikan tidak akan tampil di kompetisi eropa, baik Europa League maupun Champions League. Akan tetapi, Setan Merah memiliki peluang besar untuk melakukan comeback di kancah Liga Champions, setelah dua musim terakhir harus absen.

Pasalnya, Zlatan Ibrahimovic CS mampu melangkah hingga ke partai final Liga Europa dan akan melawan Ajax. Apabila keluar sebagai juara, maka secara otomatis MU akan menjadi bagian dalam kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa pada musim depan.

Sementara dari kubu tuan rumah, The Saints sukses mengakhiri tren negatif pada pekan lalu. Setelah mereka mampu mengalahkan tim tuan rumah Middlesbrough di Riverside Stadium lewat skor tipis 1-2.

Namun, kemenangan itu tidak merubah posisinya di tangga klasemen. Saat ini, tim arahan Claude Puel masih berada di papan tengah, tepatnya di peringkat ke 8 dengan koleksi 45 angka. Perolehan poin tersebut menyamai dengan raihan West Bromwich Albion dan Bournemouth yang berada dibawahnya.

Jose Mourinho: Kami Tetap Rotasi Pemain

Pelatih Manchester United Jose Mourinho menegaskan bahwa saat ini timnya hanya fokus untuk menatap final Liga Europa melawan Ajax yang berlangsung pada tanggal 27 Mei 2017 nanti. United berambisi untuk menjadi juara di kompetisi antarklub di Eropa kasta kedua itu, demi meraih tiket Liga Champions pada musim depan.

Jose Mourinho
Jose Mourinho tetap rotasi pemain jelang laga melawan Southamtpon, Kamis dinihari WIB nanti

Sehingga, Mourinho akan tetap merotasi para pemainnya saat melawan Southampton pada hari Kamis dinihari WIB nanti. Supaya para pemain inti tidak mengalami cedera atau memiliki masalah kebugaran pada laga final nanti.

“Ya, kami akan tetap melakukan rotasi pemain. Hal itu juga telah kami lakukan ketika melawan City pada laga Derby Manchester lalu. Dan terus berlanjut pada saat menghadapi Swansea City serta terakhir bertandang ke Arsenal. Tentu, rotasi tetap akan kami lakukan pada dua pertandingan terakhir, yakni melawan Southampton dan pada partai pamungkas lawan Crystal Palace,”

“Disaat orang-orang menilai bahwa kami melakukan judi demi Liga Europa. Ini sejatinya bukanlah judi, lantaran tidak ada satu orang pun yang dapat memainkan dua kompetisi dengan hanya memiliki 15 pemain dan inilah yang saat ini kami miliki. Kami tegaskan, bahwa kami tidak melakukan judi, tetap mencoba menilik sebuah opsi. Jadi, saya merasa bahagia dengan situasi hari ini,” ungkap mantan pelatih Chelsea.

Chris Smalling Serius Tatap Laga Melawan Southampton

Fullback Manchester United Chris Smalling menilai bahwa laga melawan Southampton tetap harus ditatap dengan serius. Ia juga mengingatkan kepada rekan-rekannya bahwa The Saints merupakan tim yang wajib untuk diwaspadai.

Chris Smalling
Chris Smalling waspadai permainan Southampton

“Mereka (Southampton) adalah tim yang pada beberapa tahun terakhir ini mampu tampil dengan konsisten, baik laga kandang maupun tandang. Terlepas dari pergantian pemain ataupun pelatih yang mereka lakukan, tetapi mereka mampu tampil solid,”

“Kita mengetahui bahwa laga ini bukanlah laga yang mudah. Akan tetapi, kami sadar bahwa penampilan tandang kami sangat baik. Dan jangan lupakan, bahwa kami memiliki catatan yang baik disana,” ujar Smalling.

Chelsea Juara Liga Primer Inggris Musim 2016/17

Chelsea Juara Liga Primer Inggris musim 2016/17

Akhirnya, gelar juara Liga Primer Inggris musim 2016/17 jatuh ke tangan Chelsea. Kepastian itu diperoleh ketika The Blues meraih kemenangan atas West Bromwich Albion pada pekan ke 37. Pertandingan yang dihelat di The Hawthorns itu berakhir dengan skor 0-1. Satu-satunya gol diciptakan oleh pemain pengganti Michy Batshuayi yang masuk menggantikan Pedro Rodriguez pada menit ke 82′.

Chelsea Juara Liga Primer Inggris musim 2016/17
Chelsea resmi menyegel gelar juara Liga Primer Inggris musim 2016/17

Sejauh ini, The Pensioners sukses mengumpulkan 87 angka dari 36 laga yang telah dilakoni. Tim besutan Antonio Conte unggul sepuluh angka dari Tottenham Hotspur yang menjadi pesaing terdekatnya dalam perburuan gelar juara musim ini. Dengan tiga pertandingan yang akan dilakoni oleh The Lilywhites, secara sistematis tidak akan dapat mengejar perolehan poin Chelsea.

Bagi klub yang bermarkas di Stamford Bridge ini, gelar juara musim 2016/17 merupakan gelar Liga Inggris untuk keenam kalinya dalam sejarah klub atau untuk kelima di era Primier League. Sebelumnya, mereka mampu menjadi kampiun untuk pertama kalinya pada musim 1954/55 dan harus kembali merasakan gelar juara di musim 2004/05, 2005/06, 2009/10 serta terakhir dua musim lalu, 2014/15.

Chelsea memiliki kesempatan untuk meraih double winner pada musim ini. Diego Costa CS sukses melangkah hingga partai final FA Cup dan akan melawan sang rival sekota London Arsenal. Pertandingan final yang akan berlangsung di New Wembley Stadium itu dijadwalkan pada tanggal 27 Mei 2017 mendatang.

Tantangan Berat Menanti Chelsea

Chelsea sukses mengunci gelar juara Liga Primer Inggris pada akhir pekan lalu. Setelah meraih kemenangan tipis 0-1 atas West Bromwich Albion, berkat gol semata wayang Michy Batshuayi di menit ke 82. Gelar itu menjadi gelar keenam sepanjang sejarah klub. Keberhasilan itu tidak terlepas dari taktik brilian Antonio Conte dalam meracik permainan. Pelatih berkebangsaan Italia itu mampu meraih juara di musim perdananya di Inggris.

Tantangan berat menanti Chelsea di musim depan
Tantangan berat menanti Chelsea pada musim depan

Selain Conte, Carlo Ancelotti juga sukses menjadi kampiun di masa perdananya melatih Chelsea. Akan tetapi, Ia harus kehilangan pekerjaannya semusim berselang, setelah tidak mampu bersaing di kompetisi Liga Champions. Bahkan, Claudio Ranieri yang secara mengejutkan pada musim lalu mampu membawa Leicester City menjadi juara, juga harus dipecat karena gagal di kancah UCL.

Jika melihat dua musim terakhir, dua tim juara bertahan (Chelsea di musim 2014/15 dan Leicester City 2015/16) sama-sama harus tertatih di musim selanjutnya. Bahkan mereka sama-sama harus berjuang untuk keluar dari zona degradasi.

Chelsea pada musim ini mungkin tidak akan mengalami hal yang serupa. Akan tetapi, Conte juga harus menyadari bahwa titel juara musim ini diperoleh dengan catatan bahwa tim-tim rival bermain di kompetisi Eropa, sementara mereka tidak. Tantangan lebih berat menanti Chelsea pada musim berikutnya.

Chelsea Ukir Catatan Kemenangan Di Liga Primer Inggris

Chelsea sukses meraih kemenangan kala menjamu Watford di Stamford Bridge dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Selasa dinihari tadi melalui drama tujuh gol. Kemenangan itu menyempurnakan pesta kampiun Chelsea di kompetisi EPL. Selain itu, ternyata kemenangan tersebut juga mencatatkan rekor tersendiri bagi klub milik Roman Abramovich itu.

Chelsea ukir rekor kemenangan terbanyak dalam semusim
Chelsea sukses ukir rekor kemenangan terbanyak lewat 29 laga dalam satu musim

Seperti dikutip dari media ternama, bahwa Chelsea mampu mengukir rekor kemenangan terbanyak dalam satu musim lewat catatan 29 laga. Sebelumnya, The Blues juga sukses menciptakan rekor tersebut saat dilatih oleh Jose Mourinho pada musim 2004/05 dan 2005/06.

Selain itu, Chelsea juga telah melakukan sembilan kali perubahan line-up dalam satu musim ini. Itu menjadi catatan terbanyak mereka sepanjang sejarah. Tentu, Antonio Conte menjadi aktor utama dari catatan sejarah itu.