Akhirnya, gelar juara Liga Primer Inggris musim 2016/17 jatuh ke tangan Chelsea. Kepastian itu diperoleh ketika The Blues meraih kemenangan atas West Bromwich Albion pada pekan ke 37. Pertandingan yang dihelat di The Hawthorns itu berakhir dengan skor 0-1. Satu-satunya gol diciptakan oleh pemain pengganti Michy Batshuayi yang masuk menggantikan Pedro Rodriguez pada menit ke 82′.

Chelsea Juara Liga Primer Inggris musim 2016/17
Chelsea resmi menyegel gelar juara Liga Primer Inggris musim 2016/17

Sejauh ini, The Pensioners sukses mengumpulkan 87 angka dari 36 laga yang telah dilakoni. Tim besutan Antonio Conte unggul sepuluh angka dari Tottenham Hotspur yang menjadi pesaing terdekatnya dalam perburuan gelar juara musim ini. Dengan tiga pertandingan yang akan dilakoni oleh The Lilywhites, secara sistematis tidak akan dapat mengejar perolehan poin Chelsea.

Bagi klub yang bermarkas di Stamford Bridge ini, gelar juara musim 2016/17 merupakan gelar Liga Inggris untuk keenam kalinya dalam sejarah klub atau untuk kelima di era Primier League. Sebelumnya, mereka mampu menjadi kampiun untuk pertama kalinya pada musim 1954/55 dan harus kembali merasakan gelar juara di musim 2004/05, 2005/06, 2009/10 serta terakhir dua musim lalu, 2014/15.

Chelsea memiliki kesempatan untuk meraih double winner pada musim ini. Diego Costa CS sukses melangkah hingga partai final FA Cup dan akan melawan sang rival sekota London Arsenal. Pertandingan final yang akan berlangsung di New Wembley Stadium itu dijadwalkan pada tanggal 27 Mei 2017 mendatang.

Tantangan Berat Menanti Chelsea

Chelsea sukses mengunci gelar juara Liga Primer Inggris pada akhir pekan lalu. Setelah meraih kemenangan tipis 0-1 atas West Bromwich Albion, berkat gol semata wayang Michy Batshuayi di menit ke 82. Gelar itu menjadi gelar keenam sepanjang sejarah klub. Keberhasilan itu tidak terlepas dari taktik brilian Antonio Conte dalam meracik permainan. Pelatih berkebangsaan Italia itu mampu meraih juara di musim perdananya di Inggris.

Tantangan berat menanti Chelsea di musim depan
Tantangan berat menanti Chelsea pada musim depan

Selain Conte, Carlo Ancelotti juga sukses menjadi kampiun di masa perdananya melatih Chelsea. Akan tetapi, Ia harus kehilangan pekerjaannya semusim berselang, setelah tidak mampu bersaing di kompetisi Liga Champions. Bahkan, Claudio Ranieri yang secara mengejutkan pada musim lalu mampu membawa Leicester City menjadi juara, juga harus dipecat karena gagal di kancah UCL.

Jika melihat dua musim terakhir, dua tim juara bertahan (Chelsea di musim 2014/15 dan Leicester City 2015/16) sama-sama harus tertatih di musim selanjutnya. Bahkan mereka sama-sama harus berjuang untuk keluar dari zona degradasi.

Chelsea pada musim ini mungkin tidak akan mengalami hal yang serupa. Akan tetapi, Conte juga harus menyadari bahwa titel juara musim ini diperoleh dengan catatan bahwa tim-tim rival bermain di kompetisi Eropa, sementara mereka tidak. Tantangan lebih berat menanti Chelsea pada musim berikutnya.

Chelsea Ukir Catatan Kemenangan Di Liga Primer Inggris

Chelsea sukses meraih kemenangan kala menjamu Watford di Stamford Bridge dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Selasa dinihari tadi melalui drama tujuh gol. Kemenangan itu menyempurnakan pesta kampiun Chelsea di kompetisi EPL. Selain itu, ternyata kemenangan tersebut juga mencatatkan rekor tersendiri bagi klub milik Roman Abramovich itu.

Chelsea ukir rekor kemenangan terbanyak dalam semusim
Chelsea sukses ukir rekor kemenangan terbanyak lewat 29 laga dalam satu musim

Seperti dikutip dari media ternama, bahwa Chelsea mampu mengukir rekor kemenangan terbanyak dalam satu musim lewat catatan 29 laga. Sebelumnya, The Blues juga sukses menciptakan rekor tersebut saat dilatih oleh Jose Mourinho pada musim 2004/05 dan 2005/06.

Selain itu, Chelsea juga telah melakukan sembilan kali perubahan line-up dalam satu musim ini. Itu menjadi catatan terbanyak mereka sepanjang sejarah. Tentu, Antonio Conte menjadi aktor utama dari catatan sejarah itu.