Arsenal Kampiun Piala FA

Arsenal juara FA Cup

Impian Chelsea untuk mengakhiri musim ini dengan meraih double trophy. Setelah sebelumnya The Blues sukses mengangkat trofi Liga Primer Inggris musim ini harus sirna ditangan Arsenal. Secara mengejutkan, The Gunners yang tidak diunggulkan pada partai final Piala FA yang berlangsung di Wembley akhir pekan lalu. Berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 2-1.

Arsenal sukses keluar sebagai juara FA Cup musim 2017Alexis Sanchez menjadi pencetak gol pertama pada laga bertajuk Derby London. Akan tetapi, gol pembuka untuk keunggulan The Gunners itu dinilai kontroversial. Pasalnya, Aaron Ramsey berada di posisi offside dan Sanchez terlihat handball ketika mengontrol bola.

Laga ini juga diwarnai dengan aksi diving Victor Moses di area kotak penalti. Membuat pemain Internasional Nigeria itu mendapatkan kartu kuning kedua yang secara otomatis menjadi kartu merah. Meski bermain dengan sepuluh pemain, Chelsea berhasil menyamakan kedudukan melalui Diego Costa. Namun, Ramsey langsung merespon dengan mampu mencetak gol yang membuat Arsenal kembali unggul.

Pencetak gol kemenangan, Ramsey tak dapat menyembunyikan rasa senangnya. Setelah pemain Internasional Wales itu membawa timnya untuk ketiga kalinya dalam empat musim terakhir menjadi juara di kejuaraan sepakbola tertua di dunia.

“Terus terang, saya tidak dapat mengambarkan rasa bahagia saya. Perjalanan kami pada musim ini dapat dikatakan turun naik. Namun, kami mengakhiri musim ini dengan meraih gelar juara FA. Jadi itu merupakan keberhasilan tersendiri bagi kami. Saya sukses kembali menjadi pemenang di ajang ini,” ujar Ramsey.

Kesuksesan Arsenal menjuarai ajang Piala FA sekaligus membungkam kritik yang dinilai bahwa The Gunners pada musim ini menjalani musim terburuknya.

Arsenal Jadi Tim Tersukses Di Piala FA

Arsenal berhasil menjadi kampiun di ajang Piala FA, usai mampu mengandaskan perlawanan sang rival sekota Chelsea dengan skor tipis 2-1 di partai final yang dilangsungkan di Wembley Stadium, akhir pekan lalu. The Gunners pun sukses mencatatkan beberapa rekor baru di kompetisi sepakbola tertua di dunia ini.

Arsenal

Berdasarkan yang dilansir dari salah satu media terpercaya, Arsenal menjadi tim paling sukses di Piala FA. Pasalnya, tim yang bermarkas di Emirates Stadium ini mengoleksi gelar sebanyak 13 kali. Unggul satu trofi dari Manchester United yang pada musim lalu mengenapkan koleksi trofi menjadi 12.

Secara bersamaan, keberhasilan The Gunners ini juga menjadikan sang pelatih Arsene Wenger sebagai pelatih tersukses di kompetisi FA Cup. Pelatih berkebangsaan Prancis itu telah sebanyak tujuh kali meraih gelar juara Piala FA.

Gelar pertamanya di raih pada musim 1998, tepat dua musim dirinya menjabat sebagai manajer Arsenal. Wenger kembali mengangkat trofi FA Cup empat musim berselang di musim 2002. Dan mencatatkan back to back di musim berikutnya. Musim 2005 menjadi gelar terakhir sebelum berpuasa selama sembilan tahun lamanya dan kembali menjadi juara di musim 2014. Catatan back to back kembali terulang di musim 2015. Gelar ketujuhnya diraih di musim 2017 ini.

Masa Depan Arsene Wenger di Arsenal

Pelatih Arsenal Arsene Wenger mengungkapkan kabar mengenai masa depannya. Manajer berjuluk The Professor ini mengatakan bahwa masa depannya ditentukan oleh para dewan klub.

Arsene Wenger ungkap mengenai masa depannya“Saya kira mengenai masa depan saya tergantung pada keputusan anggota dewan klub. Apakah saya masih orang yang tepat untuk menangani klub ini. Hal ini bukanlah mengenai popularitas, akan tetapi menyoal kompetensi,” ujar Wenger.

Kesuksesan Wenger membawa Arsenal meraih gelar juara Piala FA ke 13 musim ini, sempat menghebohkan dunia maya, terkhusus Twitter. Dimana tagar #WengerIn menjadi trending topic di media sosial berlogo burung itu.

Liverpool vs Middlesbrough, Tiket Liga Champions

Liverpool vs Middlesbrough

Liverpool bakal menjalani laga hidup dan mati ketika menjamu Middlesbrough di Anfield Stadium pada akhir pekan ini. Pertandingan pamungkas Liga Primer Inggris musim ini memang tidak akan berarti apa-apa bagi tim tamu. Tetapi berbeda bagi The Reds yang berambisi untuk kembali tampil di kancah Liga Champions pada musim depan.

Liverpool vs Middlesbrough
Liverpool akan menghadapi Middlesbrough pada partai pamungkas Liga Primer Inggris musim ini

Jelang laga penutup musim itu, tim arahan Jurgen Klopp masih menempati posisi keempat pada tabel klasemen sementara EPL. Adapun peringkat empat itu dapat dikatakan belum aman. Pasalnya, Arsenal yang tepat berada satu tingkat dibawahnya hanya berjarak satu poin. Terlebih, tim berjuluk The Gunners itu tengah berada dalam tren positif, berhasil meraih empat kemenangan pada empat laga terakhir.

Tekanan tentu berada di pundak Liverpool, lantaran sudah tidak mampu bersaing di posisi empat besar dalam tiga musim terakhir. Yang secara otomatis membuat mereka absen di kompetisi antarklub tertinggi di Eropa.

Dari kubu tim tuan rumah, pemain andalan mereka di lini depan Roberto Firmino masih belum berada dalam kondisi prima. Kemungkinan Daniel Sturridge akan menggantikan perannya di lini serang. Penyerang Internasional Inggris itu sukses menunjukkan kehebatannya pada pertandingan melawan West Ham United pada pekan lalu. Ia berhasil menjadi pencetak gol pembuka pada kemenangan 4-0 di London Stadium. Kemungkinan, lini depan The Reds akan diperankan oleh Divorick Origi, Sturridge dan Philippe Coutinho.

Sementara dari kubu tim tamu, The Boro telah dipastikan akan berkancah di Divisi Championship pada musim depan. Dan hanya berhasil meraih empat poin dari lima pertandingan terakhir. Catatan buruk itu tentu akan dimanfaatkan oleh Liverpool. Akan tetapi, Middlesbrough tidak ingin menutup musim dengan kekalahan. Klub asal North Yorkshire itu akan berusaha untuk membawa pulang poin.

Jurgen Klopp: Laga Ini Bukanlah Final

Banyak kalangan yang menilai bahwa laga melawan Middlesbrough layaknya pertandingan final. Tetapi berbeda dengan pendapat sang manajer Liverpool Jurgen Kloop. Sang pelatih justru lebih mendinginkan suasana, supaya para pemainnya tidak merasa terbebani.

Jurgen Klopp
Jurgen Klopp memandang laga melawan Middlesbrough seperti laga sepakbola pada umumnya

“Kami menilai bahwa laga ini tidak butuh deskripsi yang berbeda. Seperti laga ini adalah Final Piala Dunia atau Final Piala atau pun laga yang amat penting untuk kedepannya dan ungkapan lainnya.”

“Ini adalah laga sepakbola pada umumnya. Apabila kami benar-benar menuntut diri kami pada setiap pertandingan untuk meraih kemenangan. Lantas apa bedanya? Kami akan terus memiliki tekanan seperti ini. Karena itulah yang kami harapkan untuk keluar sebagai pemenang di setiap pertandingan. Tentu, kami harus melakukan hal terbaik.”

“Kami harus menjaga pertahanan dengan baik, begitu juga untuk menciptakan peluang dan mencetak gol. Jadi, kami menilai bahwa tidak ada bedanya dan saya berpikiran bahwa tidak setiap orang membutuhkan motivasi seperti ini. Pada kenyataannya, bahwa kami harus bermain sepakbola sebaik mungkin dan saya sangat bahagia memiliki tim ini,” ujar mantan Borussia Dortmund.

Steve Agnew: Mari Tutup Akhir Musim Depan Kemenangan

Pelatih Middlesbrough Steve Agnew menyatakan bahwa ambisi bertandang ke Anfield Stadium melawan Liverpool akhir pekan ini adalah meraih kemenangan. Dengan demikian, mengakhiri musim ini dengan indah.

Steve Agnew
Steve Agnew berambisi menutup musim dengan kemenangan

“Kami memang sudah dipastikan akan terdegradasi. Tetapi, kami ingin menutup musim ini dengan kemenangan. Kami tahu, bahwa lawan yang kami hadapi tengah berusaha untuk meraih tiket ajang Eropa pada musim depan. Namun, kami akan berusaha keras untuk mengakhiri petualangan musim ini dengan indah,” ujar Agnew.

Profil: Masa Kecil Berat Jadikan N’Golo Kante Pemain Hebat

N'Golo Kante

Saat ini, N’Golo Kante telah menjelma sebagai pemain sepakbola hebat. Pada masa kecil yang dirinya lalui, ternyata mampu menjadikan sosok Kante sebagai pesepakbola yang sukses berkarir di tanah Inggris.

N'Golo Kante
N’Golo Kante, masa kecil yang berat jadikan dirinya sebagai pemain sepakbola hebat

Kante telah menjadi pemain penting di lini tengah Chelsea pada musim ini. Sejak pada musim lalu sukses mengantarkan Leiester City menjadi kampiun. Bersama The Blues, Kante sukses kembali mengangkat trofi EPL pada musim ini. Kepastian itu diperoleh saat Chelsea meraih kemenangan tipis 1-0 kala bertandang ke markas West Bromwich Albion.

Dibalik perjalanan karirnya yang sukses, ternyata terdapat usaha keras yang sudah Kante lakukan sejak berumur 11 tahun. Sejak kecil, Kante diajari oleh keluarga untuk selalu bekerja keras, karena itu adalah kunci meraih kesuksesan.

“Dia (Kante) berasal dari keluarga yang besar, memiliki empat saudara perempuan dan empat saudara laki-laki. Dia telah ditinggalkan oleh sesosok ayah sejak usianya masih 11 tahun. Sejak itu, dia sudah merasakan bagaimana rasanya tanggung jawab.

“Ibunya merupakan seorang petugas kebersihan. Dan Dia juga bekerja di bidang yang sama, namun lebih sebagai petugas pemungut sampah.Sehingga, sejak usia dini dia telah diajari bagaimana nilai dari suatu kerja keras. Itulah jalan satu-satunya untuk menuju tangga kesuksesan,” ungkap pewarta sepakbola yang mewawancarai dirinya di sebuah majalah bola.

N’Golo Kante Dinobatkan Sebagai Pemain Terbaik PFA 2016/17

Gelandang bertahan Chelsea, N’Golo Kante resmi dinobatkan sebagai Pemain Terbaik PFA 2016/17 berkat penampilan gemilangnya pada musim ini. Sementara, Delle Ali dari Tottenham Hotspur menyabet penghargaan sebagai Pemain Muda Terbaik untuk kedua kalinya secara beruntun.

N'Golo Kante
N’Golo Kante sukses raih penghargaan Pemain Terbaik PFA 2016/17

Sejak ditransfer dari Leicester City pada bursa transfer musim panas lalu. Kante langsung menjelma sebagai sosok pemain penting di lini tengah permainan The Blues. Ia juga memainkan peran yang sangat penting dalam keberhasilan Chelsea mengunci gelar juara Liga Primer Inggris pada musim ini.

Dalam pemungutan suara atau voting yang diadakan, punggawa Internasional Prancis itu sukses mengungguli rekan setimnya di Stamford Bridge, Eden Hazard. Penyerang Manchester United yang baru bergabung pada musim ini, Zlatan Ibrahimovic melengkapi posisi tiga besar.

Gelandang berusia 26 tahun menjadi pemain keempat asal Prancis yang sukses meraih gelar tahunan itu setelah sebelumnya Eric Cantona bersama Manchester United, David Ginola ketika bermain untuk Tottenham Hotspur, dan Thierry Henry yang sukses meraih gelar sebanyak dua kali saat membela Arsenal.

Statistik musim ini (hingga pekan ke 37 Liga Primer Inggris), Kante menyumbangkan satu gol dan satu assist. Akan tetapi, kontribusi dirinya di lini tengah permainan yang mampu menghentikan perlawanan lawan dan bagaikan sebuah perisai bagi lini pertahanan tim asuhan Antonio Conte. Tercatat, Kante telah menorehkan 72 kali intersep dan 110 tekel.

Kante: Chelsea Siap Raih Semua Trofi Pada Musim Depan

N’Golo Kante mengungkapkan bahwa Chelsea pada musim depan siap untuk bersaing di semua kompetisi. Bahkan, gelandang Internasional Prancis itu berharap timnya raih semua gelar juara.

N'Golo Kante
N’Golo Kante siap untuk menerima tantangan pada musim depan

The Blues pada musim ini sukses mengunci gelar juara Liga Primer Inggris. Dan berpeluang untuk menyandingkan gelar juara itu dengan trofi Piala FA, apabila mampu meraih kemenangan atas rival sekota Arsenal di partai final yang akan berlangsung akhir bulan ini.

“Musim depan merupakan tantangan baru bagi kami. Kami akan berusaha keras untuk mempertahankan gelar juara. Dan tentu mencoba meraih semua gelar juara, baik itu dua trofi domestik maupun Liga Champions,”

“Untuk tim sekelas Chelsea, tentu kami ingin memenangkan segalanya. Kami berusaha untuk mewujudkan hal tersebut dan keluar sebagai juara. Ini merupakan tantangan baru bagi semua orang,” ujar Kante.

Liverpool Kembali Tampil Di Liga Champions

Liverpool

Liverpool dipastikan akan kembali tampil di kancah Liga Champions pada musim depan. Kepastian itu diperoleh ketika tim berjulukan The Reds ini sukses mengalahkan perlawanan Middlesbrough di Anfield Stadium. Laga pamungkas Liga Primer Inggris itu berakhir dengan skor meyakinkan 3-0. Ketiga gol itu diciptakan oleh Wijnaldum, Phillippe Coutinho dan Adam Lallana.

Liverpool
Liverpool dipastikan meraih satu tiket Liga Champions pada musim depan, setelah finish di urutan keempat klasemen akhir Liga Primer Inggris musim 2016/17

Tambahan tiga angka itu membuat tim asuhan Jurgen Klopp memastikan diri finish di urutan keempat pada tabel klasemen akhir EPL musim ini. Liverpool melengkapi jatah tim Inggris yang berkancah di UCL pada musim depan. Sebelumnya, sang juara musim ini Chelsea dan Tottenham Hotspur yang sudah dipastikan akan tampil di kompetisi tertinggi antarklub di Eropa. Disusul oleh Manchester City yang memastikan satu tiket UCL, setelah pada laga pamungkas meraih kemenangan 0-5 atas Watford.

Kemenangan itu tidak hanya kembali bermain di kompetisi Liga Champions. Tetapi juga memupus harapan tim langganan UCL dari Inggris yakni Arsenal. Meskipun, tim berjuluk The Gunners itu juga mampu memaksimalkan laga terakhir mereka di musim ini saat menjamu Everton di Emirates Stadium. Tim besutan Arsene Wenger itu harus puas di posisi kelima dan mengakhiri catatan 21 tahun selalu tampil di Liga Champions.

Liverpool sendiri sudah absen selama dua edisi UCL. Terlebih, pada musim 2016/17 ini, mereka juga tidak berkancah di Europa League meskipun musim sebelumnya menjadi finalis. Setelah pada musim lalu harus puas menempati urutan kedelapan tabel klasemen akhir EPL musim 2015/16.

Penampilan terakhir The Reds di kancah Liga Champions terjadi pada dua musim lalu. Performa mereka pun kurang mengesankan. Pasalnya, Liverpool langsung tersingkir di fase grup, ketika mereka tergabung di Grup B bersama Ludogorets, Basel dan Real Madrid.

Diyakini, pada musim depan, Liverpool bakal berusaha keras untuk menambah koleksi gelar Liga Champions mereka menjadi enam trofi. Namun, perjalanan mereka harus terlebih dahulu dimulai sejak fase play-off.

Jurgen Klopp Puas Kembali Tampil Di Liga Champions

Manajer Liverpool Jurgen Klopp mengungkapkan rasa bahagianya atas keberhasilan Liverpool lolos ke Liga Champions pada musim depan, meskipun harus terlebih dahulu menjalani babak play-off. Walau demikian, sang pelatih tidak ingin terlena terlalu lama dan ingin segera membangun kekuatan tim demi menjawab tantangan pada musim depan.

Jurgen Klopp
Jurgen Klopp merasa puas dengan keberhasilan Liverpool kembali ke Liga Champions

“Saya merasa tidak yakin apabila finish di empat besar merupakan target semua fans Liverpool. Tetapi saya menganggapnya layaknya terbaik kedua. Untuk beberapa akhir pertandingan terakhir ini, kami sadar bahwa inilah hasil maksimal yang dapat kami raih dan kami sukses melakukan hal itu,”

“Momen ini sungguh luar biasa. Saya telah mengungkapkan pada dua hari lalu ketika konferensi pers, bahwa klub ini segalanya terasa baik. Rasanya sangat menyenangkan. Ini bakal menjadikan laga pramusim yang baik dan saya sungguh-sungguh menantikan musim depan,” ujar mantan pelatih Borussia Dortmund.

Wijnaldum: Senang Rasanya Cetak Gol Penting

Gelandang Liverpool Georginio Wijnaldum mengungkapkan rasa senangnya setelah mampu mencetak gol pada laga melawan Middlesbrough di Anfield Stadium, akhir pekan lalu. Pemain Internasional Belanda itu menjadi pencetak gol pembuka di menit-menit akhir babak pertama yang membawa The Reds menutup paruh pertama dengan keunggulan 1-0.

Georginio Wijnaldum
Georginio Wijnaldum senang mampu mencetak gol penting bagi Liverpool

“Merasa senang dapat mencetak gol di laga penting. Hingga pada akhirnya, kami mampu menambah dua gol di babak kedua, yang memastikan bahwa kami akan tampil di Liga Champions pada musim depan,” ujar mantan pemain PSV Eindhoven.

Mauricio Pochettino Berkomitmen Di Tottenham Hotspur

Mauricio Pochettino

Pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino mengatakan bahwa dirinya akan tetap berkomitmen bersama klub. Walaupun pada musim ini gagal menghadirkan gelar juara Liga Primer Inggris.

Mauricio Pochettino
Mauricio Pochettino tegaskan bahwa dirinya bertahan di Tottenham Hotspur

Sebelumnya, Pochettino kerapkali disangkutpautkan dengan Inter Milan dan Barcelona pada waktu beberapa hari ini. Setelah The Lilywhites dipastikan hanya akan finish di urutan kedua EPL pada musim ini. Akan tetapi, manajer berkebangsaan Argentina itu menolak kabar tersebut dan akan tetap bertahan di Spurs pada musim depan.

“Saya mengetahui, bahwa akhir-akhir ini saya dikaitkan dengan beberapa klub yang menginginkan jasa saya. Dan membuat publik menanyakan masa depan saya. Tapi saya katakan, bahwa saya akan tetap tinggal disini untuk melatih tim ini di musim depan,”

“Dalam kontrak saya, tidak ada klausul buy-out. Saya tetap akan berada di sini untuk musim depan. Terdapat banyak kabar mengenai kepergian saya. Tetapi saya tegaskan, bahwa saya akan tetap berkomitmen dengan klub ini. Tidak ada alasan untuk saya meninggalkan tim ini. Dan untuk pramusim, saya akan berada di sini,” ujar Pochettino.

Erik Lamela Akan Menjalani Operasi Bagian Panggul Lanjutan

Enam minggu setelah Erik Lamela melakukan operasi pada bagian panggul sebelah kiri. Kini, winger Tottenham Hotspur itu wajib kembali menjalani operasi pada bagian panggul kanannya. Kabar itu dikonfirmasi langsung oleh pihak manajemen klub.

Erik Lamela
Erik Lamela harus kembali menjalani operasi panggul

Pemain yang kini masih berusia 25 tahun tersebut, sebelumnya pada bulan April lalu, telah menjalani operasi untuk mengatasi permasalahan pada bagian pinggul sebelah kiri, yang membuatnya harus absen hingga akhir musim ini. Saat ini, pemain berkebangsaan Argentina harus kembali naik ke meja hijau. Akan tetapi, pihak Spurs menyatakan bahwa operasi itu tidak akan menghambat waktu pemulihan sang pemain.

“Erik Lamela sebelumnya telah menjalani operasi untuk mengatasi persoalan panggul sebelah kanan. Dan pemain asal Argentina itu akan kembali menjalani operasi di panggul kirinya. Namun tetapi, operasi terakhir itu tidak akan berakibat pada waktu pemulihannya. Saat ini, Erik terus dipantau oleh tim medis kami, demi dapat kembali tampil pada musim depan,” demikian pernyataan resmi Tottenham Hotspur.

Tottenham Hostpur Dipastikan Akan Kehilangan Danny Rose Dalam Waktu Lama

Fullback Tottenham Hotspur Danny Rose dapat dipastikan harus menepi dalam waktu yang cukup lama. Bek Internasional Inggris itu wajib menjalani operasi lebih mendetail untuk mengatasi cedera pada bagian lutut kirinya.

Danny Rose
Danny Rose harus menepi lama

Rose sudah tidak membela The Lilywhites sejak mengalami cedera lutut kiri yang Ia alami ketika laga melawan Sunderland pada akhir bulan Januari lalu. Pertandingan yang dihelat di Stadium of Lights dalam lanjutan matchday Liga Primer Inggris itu berakhir tanpa gol alias skor kacamata 0-0.

Sejatinya, Rose telah bergabung bersama tim dan kembali berlatih. Akan tetapi, dirinya harus kembali menerima perawatan lebih lanjut. Kabarnya, bahwa sang pemain yang masih berusia 26 tahun itu bakal melewati laga di awal musim depan.

“Rose telah mengalami cedera sejak akhir bulan Januari lalu. Dan Dia telah kembali bergabung bersama tim untuk berlatih. Namun, cedera pemain timnas Inggris itu belum sepenuhnya pulih. Dengan demikian, kami memutuskan untuk Dia kembali menjalani operasi. Kemungkinan untuk saat ini adalah bahwa dia dapat kembali bermain di musim depan,” tulis keterangan Tottenham Hotspur.

Pada musim ini, Rose telah mencatatkan penampilan sebanyak 18 laga. Ia sukses mengemas dua gol dan menyumbangkan tiga assist pada kompetisi antarklub di tanah Inggris itu.

Lawan Southampton, Manchester United Siap Akhiri Tren Negatif

Southampton vs Manchester United

Manchester United akan melakoni laga tandang terakhir mereka di kancah Liga Primer Inggris melawan Southampton di St. Mary’s Stadium dalam lanjutan matchday ke 37 hari Kamis (17/05) dinihari nanti. Setelah dalam dua laga tandang terakhir menelan kekalahan di kancah EPL, United siap untuk mengakhiri tren negatif tersebut.

Southampton vs Manchester United
Manchester United siap akhiri tren tandang negatif mereka, ketika menghadapi Southampton

The Reds Devil masih tertahan di urutan keenam dengan mengoleksi 65 angka. Terpaut tujuh poin dari Arsenal yang berada di zona Eropa dan berselisih delapan poin dari Liverpool yang menduduki urutan akhir zona Liga Champions.

Secara sistematis, tim arahan Jose Mourinho dapat dipastikan tidak akan tampil di kompetisi eropa, baik Europa League maupun Champions League. Akan tetapi, Setan Merah memiliki peluang besar untuk melakukan comeback di kancah Liga Champions, setelah dua musim terakhir harus absen.

Pasalnya, Zlatan Ibrahimovic CS mampu melangkah hingga ke partai final Liga Europa dan akan melawan Ajax. Apabila keluar sebagai juara, maka secara otomatis MU akan menjadi bagian dalam kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa pada musim depan.

Sementara dari kubu tuan rumah, The Saints sukses mengakhiri tren negatif pada pekan lalu. Setelah mereka mampu mengalahkan tim tuan rumah Middlesbrough di Riverside Stadium lewat skor tipis 1-2.

Namun, kemenangan itu tidak merubah posisinya di tangga klasemen. Saat ini, tim arahan Claude Puel masih berada di papan tengah, tepatnya di peringkat ke 8 dengan koleksi 45 angka. Perolehan poin tersebut menyamai dengan raihan West Bromwich Albion dan Bournemouth yang berada dibawahnya.

Jose Mourinho: Kami Tetap Rotasi Pemain

Pelatih Manchester United Jose Mourinho menegaskan bahwa saat ini timnya hanya fokus untuk menatap final Liga Europa melawan Ajax yang berlangsung pada tanggal 27 Mei 2017 nanti. United berambisi untuk menjadi juara di kompetisi antarklub di Eropa kasta kedua itu, demi meraih tiket Liga Champions pada musim depan.

Jose Mourinho
Jose Mourinho tetap rotasi pemain jelang laga melawan Southamtpon, Kamis dinihari WIB nanti

Sehingga, Mourinho akan tetap merotasi para pemainnya saat melawan Southampton pada hari Kamis dinihari WIB nanti. Supaya para pemain inti tidak mengalami cedera atau memiliki masalah kebugaran pada laga final nanti.

“Ya, kami akan tetap melakukan rotasi pemain. Hal itu juga telah kami lakukan ketika melawan City pada laga Derby Manchester lalu. Dan terus berlanjut pada saat menghadapi Swansea City serta terakhir bertandang ke Arsenal. Tentu, rotasi tetap akan kami lakukan pada dua pertandingan terakhir, yakni melawan Southampton dan pada partai pamungkas lawan Crystal Palace,”

“Disaat orang-orang menilai bahwa kami melakukan judi demi Liga Europa. Ini sejatinya bukanlah judi, lantaran tidak ada satu orang pun yang dapat memainkan dua kompetisi dengan hanya memiliki 15 pemain dan inilah yang saat ini kami miliki. Kami tegaskan, bahwa kami tidak melakukan judi, tetap mencoba menilik sebuah opsi. Jadi, saya merasa bahagia dengan situasi hari ini,” ungkap mantan pelatih Chelsea.

Chris Smalling Serius Tatap Laga Melawan Southampton

Fullback Manchester United Chris Smalling menilai bahwa laga melawan Southampton tetap harus ditatap dengan serius. Ia juga mengingatkan kepada rekan-rekannya bahwa The Saints merupakan tim yang wajib untuk diwaspadai.

Chris Smalling
Chris Smalling waspadai permainan Southampton

“Mereka (Southampton) adalah tim yang pada beberapa tahun terakhir ini mampu tampil dengan konsisten, baik laga kandang maupun tandang. Terlepas dari pergantian pemain ataupun pelatih yang mereka lakukan, tetapi mereka mampu tampil solid,”

“Kita mengetahui bahwa laga ini bukanlah laga yang mudah. Akan tetapi, kami sadar bahwa penampilan tandang kami sangat baik. Dan jangan lupakan, bahwa kami memiliki catatan yang baik disana,” ujar Smalling.

Chelsea Juara Liga Primer Inggris Musim 2016/17

Chelsea Juara Liga Primer Inggris musim 2016/17

Akhirnya, gelar juara Liga Primer Inggris musim 2016/17 jatuh ke tangan Chelsea. Kepastian itu diperoleh ketika The Blues meraih kemenangan atas West Bromwich Albion pada pekan ke 37. Pertandingan yang dihelat di The Hawthorns itu berakhir dengan skor 0-1. Satu-satunya gol diciptakan oleh pemain pengganti Michy Batshuayi yang masuk menggantikan Pedro Rodriguez pada menit ke 82′.

Chelsea Juara Liga Primer Inggris musim 2016/17
Chelsea resmi menyegel gelar juara Liga Primer Inggris musim 2016/17

Sejauh ini, The Pensioners sukses mengumpulkan 87 angka dari 36 laga yang telah dilakoni. Tim besutan Antonio Conte unggul sepuluh angka dari Tottenham Hotspur yang menjadi pesaing terdekatnya dalam perburuan gelar juara musim ini. Dengan tiga pertandingan yang akan dilakoni oleh The Lilywhites, secara sistematis tidak akan dapat mengejar perolehan poin Chelsea.

Bagi klub yang bermarkas di Stamford Bridge ini, gelar juara musim 2016/17 merupakan gelar Liga Inggris untuk keenam kalinya dalam sejarah klub atau untuk kelima di era Primier League. Sebelumnya, mereka mampu menjadi kampiun untuk pertama kalinya pada musim 1954/55 dan harus kembali merasakan gelar juara di musim 2004/05, 2005/06, 2009/10 serta terakhir dua musim lalu, 2014/15.

Chelsea memiliki kesempatan untuk meraih double winner pada musim ini. Diego Costa CS sukses melangkah hingga partai final FA Cup dan akan melawan sang rival sekota London Arsenal. Pertandingan final yang akan berlangsung di New Wembley Stadium itu dijadwalkan pada tanggal 27 Mei 2017 mendatang.

Tantangan Berat Menanti Chelsea

Chelsea sukses mengunci gelar juara Liga Primer Inggris pada akhir pekan lalu. Setelah meraih kemenangan tipis 0-1 atas West Bromwich Albion, berkat gol semata wayang Michy Batshuayi di menit ke 82. Gelar itu menjadi gelar keenam sepanjang sejarah klub. Keberhasilan itu tidak terlepas dari taktik brilian Antonio Conte dalam meracik permainan. Pelatih berkebangsaan Italia itu mampu meraih juara di musim perdananya di Inggris.

Tantangan berat menanti Chelsea di musim depan
Tantangan berat menanti Chelsea pada musim depan

Selain Conte, Carlo Ancelotti juga sukses menjadi kampiun di masa perdananya melatih Chelsea. Akan tetapi, Ia harus kehilangan pekerjaannya semusim berselang, setelah tidak mampu bersaing di kompetisi Liga Champions. Bahkan, Claudio Ranieri yang secara mengejutkan pada musim lalu mampu membawa Leicester City menjadi juara, juga harus dipecat karena gagal di kancah UCL.

Jika melihat dua musim terakhir, dua tim juara bertahan (Chelsea di musim 2014/15 dan Leicester City 2015/16) sama-sama harus tertatih di musim selanjutnya. Bahkan mereka sama-sama harus berjuang untuk keluar dari zona degradasi.

Chelsea pada musim ini mungkin tidak akan mengalami hal yang serupa. Akan tetapi, Conte juga harus menyadari bahwa titel juara musim ini diperoleh dengan catatan bahwa tim-tim rival bermain di kompetisi Eropa, sementara mereka tidak. Tantangan lebih berat menanti Chelsea pada musim berikutnya.

Chelsea Ukir Catatan Kemenangan Di Liga Primer Inggris

Chelsea sukses meraih kemenangan kala menjamu Watford di Stamford Bridge dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Selasa dinihari tadi melalui drama tujuh gol. Kemenangan itu menyempurnakan pesta kampiun Chelsea di kompetisi EPL. Selain itu, ternyata kemenangan tersebut juga mencatatkan rekor tersendiri bagi klub milik Roman Abramovich itu.

Chelsea ukir rekor kemenangan terbanyak dalam semusim
Chelsea sukses ukir rekor kemenangan terbanyak lewat 29 laga dalam satu musim

Seperti dikutip dari media ternama, bahwa Chelsea mampu mengukir rekor kemenangan terbanyak dalam satu musim lewat catatan 29 laga. Sebelumnya, The Blues juga sukses menciptakan rekor tersebut saat dilatih oleh Jose Mourinho pada musim 2004/05 dan 2005/06.

Selain itu, Chelsea juga telah melakukan sembilan kali perubahan line-up dalam satu musim ini. Itu menjadi catatan terbanyak mereka sepanjang sejarah. Tentu, Antonio Conte menjadi aktor utama dari catatan sejarah itu.

Profil: Karir Gemilang Riyad Mahrez Bersama Leicester City

Riyad Mahrez

Nama gelandang Leicester City Riyad Mahrez kini namanya semakin dikenal oleh para pencinta sepakbola. Tidak hanya di tanah Inggris, tetapi juga di Eropa.

Riyad Mahrez
Riyad Mahrez dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Primer Inggris musim 2015/16

Pemain Muslim keturunan Aljazair dan Maroko itu memulai karir profesionalnya di dunia sepakbola bersama France Quimper pada tahun 2009 lalu. Sebuah klub sepakbola amatir yang berkancah di Championnat de France Amateur 2 Prancis.

Sejak bergabung pada musim 2009, Mahrez tampil sebanyak 27 laga bersama France Quimper dan hanya menyumbangkan satu gol. Namun, pemain berkebangsaan Aljazair itu hanya bertahan satu musim. Sebelum memutuskan untuk membela Le Havre di kancah Ligue 2 (kasta kedua kompetisi antar klub Prancis).

Namun, Mahrez tidak langsung menembus tim utama dan harus terlebih dahulu bermain untuk Le Havre II. Sukses mencetak sebanyak 24 gol, pada tahun 2011 akhirnya mampu bermain untuk tim utama. Dari total penampilannya sebanyak 60 laga, Mahrez mampu menyumbangkan 6 gol.

Hingga pada musim 2014, Mahrez hijrah ke tanah Inggris dan membela Leicester City. Uniknya, hal itu terjadi saat pencari bakat The Foxes sedang memantau rekan setimnya di Le Havre bernama Ryan Mendes.

Akan tetapi, Steve Walsh yang merupakan pencari pakat Leicester justru lebih terpesona dengan penampilan Mahrez. Akhirnya, Walsh memutuskan untuk merekrutnya.

Hanya dalam satu musim saja, Mahrez membuktikan kehebatannya dalam mengolah si kulit bundar. Pemain Internasional Aljazair itu mampu mencetak 17 gol dan berhasil keluar sebagai pemain terbaik Liga Primer Inggris musim 2015/16. Pencapaian fantastis itu dilengkapi dengan gelar EPL yang mampu Ia persembahkan untuk Leicester City.

Craig Shakespeare: Kami Belum Menerima Tawaran Untuk Riyad Mahrez

Craig Shakespeare yang menggantikan posisi Claudio Ranieri sebagai pelatih Leicester City mengaku bahwa berita mengenai kepergian Riyad Mahrez pada jendela transfer musim mendatang adalah hanya sekadar rumor belaka.

Sebelumnya, Mahrez membuka peluang untuk pergi dari King Power Stadium ketika bursa transfer musim panas mendatang resmi dibuka. Dengan beberapa tim Eropa menginginkan jasa pemain 27 tahun ini.

Craig Shakespeare
Craig Shakespeare menekankan bahwa tidak ada tawaran untuk Riyad Mahrez

Walaupun begitu, Shakespeare menyatakan bahwa Mahrez merupakan pemain yang sangat dihargai di Leicester City dan menegaskan bahwa tidak ada tawaran untuk yang bersangkutan.

“Kami tidak harus untuk memenuhi keinginan dari setiap orang. Akan tetapi yang pasti, mereka mengetahui bahwa Dia (Mahrez) sangat diapresiasi dan dihargai di klub.”

“Mahrez merupakan salah satu dari semua pemain yang, jika Anda menanyakan sesuatu padanya, merasa dihargai dan diapresiasi disini. Tidak hanya oleh para staf pelatih saja, tetapi juga pemilik klub dan tentu para fans yang selalu setia mendukung kami. Bahkan, para pemain juga berpikiran seperti itu,”

“Tentu akan selalu ada berita mengenai dirinya, karena Ia adalah pemain yang bagus. Dia juga masih terikat kontrak bersama kami. Jadi, berita itu hanyalah murni spekulasi. Anda juga tidak perlu untuk memutuskan apabila tidak ada tawaran. Dan hingga kini, kami belum memperoleh tawaran apapun mengenai para pemain kami,” ungkap manajer berkebangsaan Inggris.

Riyad Mahrez: Mari Tuntaskan Musim Ini Sebaik Mungkin

Gelandang Leicester City Riyad Mahrez mengungkapkan bahwa terpenting adalah untuk menuntaskan perjalanan musim ini sebaik mungkin. Ketimbang memikirkan untuk membahas kontrak.

Riyad Mahrez
Riyad Mahrez menegaskan bahwa terpenting adalah menyelesaikan musim ini sebaik mungkin

“Kontrak saya tidak terlalu penting. Terpenting adalah menyelesaikan musim ini sebaik mungkin. Kami harus membayar mahal pada musim ini, karena saat ini kami berada di papan bawah. Sehingga, pada musim depan, kami tidak akan kembali berkancah di ajang Eropa. Jadi, mari berikan yang terbaik hingga laga terakhir di musim ini,” ujar Mahrez.

Arsenal Kembalikan Manchester United Ke ‘Rumah’

Arsenal

Arsenal mampu mengunci kemenangan atas rivalnya, Manchester United pada laga 36 Liga Primer Inggris, akhir pekan lalu. Pertandingan yang berlangsung di Emirates Stadium itu berakhir dengan skor 2-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.

Arsenal
Arsenal sukses meraih kemenangan atas Southampton dan mengembalikan Manchester United ke posisi keenam

Kemenangan Meriam London itu dipersembankan oleh gelandang anyar mereka yang baru bergabung pada musim panas lalu. Granit Xhaka melalui tendangan kerasnya dari luar kotak penalti, yang sempat mengenai Ander Herrera. Dan digenapi oleh mantan pemain MU Danny Welbeck melalui tandungan kepalanya.

Dengan hasil kemenangan tersebut, membuat The Gunners menggeser posisi United di posisi kelima. Sekaligus mengembalikan tim arahan Jose Mourinho ke ‘rumah’, yakni posisi keenam.

Kini, Mesut Ozil CS telah mengoleksi 66 poin dan hanya berjarak tiga angka dari Manchester City yang menempati batas akhir zona Liga Champions. Bahkan, jarak dengan Liverpool yang menempati urutan ketiga, yang berarti akan secara otomatis meraih tiket UCL musim depan, hanya terpaut empat poin. Dimana, Arsenal memiliki satu keunggulan laga dari The Reds Devil yang telah melakoni sebanyak 36 laga.

Sedangkan kekalahan yang diderita oleh United tidak hanya kembali ke habitat semula. Akan tetapi juga terlepas dari lima besar yang merupakan batas akhir untuk tampil di kancah kompetisi antar klub Eropa.

Manchester United mengumpulkan 65 poin dari 35 pertandingan yang telah mereka lakoni. Memiliki satu tabungan laga yakni melawan Southampton. Pertandingan pekan ke 28 itu akan dilangsungkan pada tanggal 18 Mei 2017 mendatang.

Akan tetapi, ambisi Setan Merah untuk melakukan comeback di Liga Champions setelah dua musim, terhitung dari musim 2015/2016 lalu, sedikit menjadi kenyataan. Pasalnya, Wayne Rooney CS berhasil melaju hingga ke partai final Europa League dan akan melawan Ajax. Jika United keluar sebagai juara, maka dipastikan akan langsung tampil di kompetisi tertinggi antar klub Eropa pada musim depan.

Arsene Wenger: Maksimalkan Tiga Laga Terakhir Di Musim Ini

Pelatih Arsenal Arsene Wenger mengaku bahwa timnya harus memaksimalkan tiga pertandingan terakhir di musim ini. Guna meraih ambisi untuk tetap berpartisipasi di kancah Liga Champions pada musim ini.

Arsene Wenger
Arsene Wenger siap untuk memaksimalkan tiga pertandingan terakhir di musim ini

Hingga pekan ke 35 Liga Primer Inggris, The Gunners sukses beranjak satu tingkat ke peringkat kelima, dengan menggeser Manchester United, setelah meraih mencuri poin penuh di markas Southampton, Kamis dinihari tadi. Kini, Meriam London hanya membutuhkan tiga poin untuk mengusir posisi Manchester City di peringkat keempat.

“Jarak kami dengan Liga Champions hanya berjarak tiga poin atau setara dengan satu pertandingan. Apabila kami mampu memaksimalkan tiga laga terakhir di musim ini. Dan para pesaing terdekat kami kehilangan poin. Maka hasilnya, kami akan kembali menjadi bagian Liga Champions pada musim depan,”

“Terpenting adalah kami harus tetap mempertahankan performa tim yang saat ini dalam keadaan kepercayaan diri yang tinggi. Setelah meraih dua kemenangan secara beruntun. Akhir pekan nanti, kami harus kembali meraih poin penuh,” ungkap The Professor.

Alexis Sanchez: Kami Optimis Tembus Liga Champions

Penyerang Arsenal Alexis Sanchez merasa optimis bahwa timnya akan tetap berkancah di kompetisi Liga Champions pada musim depan. Meskipun saat ini masih menempati posisi kelima. Namun, hanya berjarak tiga angka dari Manchester City yang menempati urutan keempat, yang merupakan batas akhir UCL.

Alexis Sanchez
Alexis Sanchez merasa optimis bahwa timnya akan tetap tampil di kancah Liga Champions pada musim depan

“Saat ini, kami hanya berselisih tiga angka untuk berkancah di Liga Champions. Jadi, kami merasa percaya diri bahwa pada musim depan, kami akan tetap tampil di Liga Champions. Terpenting adalah, meraih kemenangan di tiga pertandingan terakhir, sembari menunggu hasil dari pesaing terdekat kami,” ujar pemain berkebangsaan Chile.

Arsenal Siap Curi Poin Di Markas Southampton

Southampton vs Arsenal

Sukses memetik kemenangan 2-0 atas Manchester United pada akhir pekan lalu. Menjadi modal berharga bagi Arsenal saat bertandang ke St. Mary’s Stadium markas Southampton. Laga pekan ke 26 tersebut sejatinya dilangsungkan pada akhir tahun 2016 lalu. Namun, kedua tim sama-sama tengah berkancah di kompetisi FA Cup. Sehingga, pertandingan tunda itu akan berlangsung pada tanggal 11 Mei 2017 atau Kamis dinihari nanti.

Southampton vs Arsenal
Arsenal akan bertandang ke St. Mary’s Stadium, markas Southampton dalam laga pekan ke 26 Liga Primer Inggris, Kamis dinihari nanti

The Gunners hingga memasuki pekan ke 37 pada akhir pekan nanti, posisinya masih tertahan di urutan keenam dengan perolehan 63 poin. Berjarak dua angka dari Manchester United yang bercokol di posisi kelima. Dan terpaut enam poin dari Manchester City yang menempati peringkat keempat, yang merupakan batas akhir untuk meraih tiket ke Liga Champions musim depan, meskipun harus melewati babak play off terlebih dahulu.

Akan tetapi, Meriam London memiliki satu keunggulan laga dari dua klub asal Manchester itu yang telah melakoni 35 pertandingan. Bahkan, selisih dengan Liverpool yang berada di urutan ketiga hanya terpaut tujuh angka. Dimana, tim arahan Jurgen Klopp itu hanya menyisakan dua pertandingan saja di musim ini.

Sementara dari kubu tuan rumah, Southampton masih tertahan di peringkat ke 10 dengan meraih sebanyak 42 angka. Terpaut hanya satu angka dari sang juara bertahan Leicester City yang berada satu tingkat diatasnya. Bahkan, hanya berselisih tiga poin dari West Bromwich Albion yang sementara ini menempati urutan ke 8. Namun, The Saints baru melakoni sebanyak 34 laga. Sedangkan dua tim diatasnya sudah melewati 35 pertandingan.

Sedangkan jarak dengan zona degradasi, terbilang aman. Tim arahan Claude Puel berselisih delapan angka dari Hull City yang menempati posisi paling atas zona merah. Akan tetapi, The Tigers unggul dua pertandingan.

Arsene Wenger: Liga Champions Masih Sangat Terbuka Bagi Kami

Pelatih Arsenal Arsene Wenger mengungkapkan bahwa zona Liga Champions masih sangat terbuka untuk diraih pada akhir musim nanti. Bahkan, Ia merasa percaya diri akan mampu finish di urutan ketiga dan secara otomatis langsung memperoleh tiket ke kancah UCL.

Arsene Wenger
Arsene Wenger percaya bahwa timnya akan berkancah di Liga Champions pada musim depan

Kini, The Gunners masih tertahan di urutan keenam dengan jarak enam poin dari Manchester City yang menempati posisi paling akhir zona Liga Campions. Arsenal akan menghadapi perlawanan Southampton pada hari Kamis dinihari tadi, dalam ambisinya finish di posisi empat besar musim ini. Pertandingan pekan ke 26 Liga Primer Inggris itu akan dilangsungkan di St. Mary’s Stadium.

“Tengah pekan ini, kami akan bertandang ke markas Southampton, dan tentu kami akan berusaha keras untuk memaksimalkan laga itu. Demi membawa pulang poin penuh. Guna terus membuka peluang untuk finish di empat besar,”

“Secara sistematis, peluang Liga Champions masih sangat terbuka bagi kami. Bahkan, tiga besar dapat kami raih. Akan tetapi, dunia sepakbola tidak dapat dihitung. Terkadang, terdapat hal-hal yang tidak diinginkan dapat terjadi. Terpenting bagi kami adalah memaksimalkan sisa laga pada musim ini,” ujar The Professor.

Alex Oxlade-Chamberlain: Kami Akan Berusaha Keras Hingga Akhir Musim Nanti

Gelandang Arsenal Alex Oxlade-Chamberlain mengaku bahwa timnya akan terus bekerja keras hingga akhir musim nanti. Demi tetap menjadi bagian Liga Champions pada musim depan. “Kami adalah tim besar. Dan kami siap untuk terus menampilkan permainan terbaik kami hingga akhir musim nanti. Hingga hasilnya, kami benar-benar berada di zona Liga Champions,”

Alex Oxlade-Chamberlain
Alex Oxlade-Chamberlain optimis timnya akan lolos ke Liga Champions

“Tentu, zona Liga Champions masih sangat terbuka bagi kami. Kami hanya berselisih dengan jumlah angka yang tidak terlalu jauh. Jadi, kami memiliki keyakinan untuk meraih tiket tampil di kancah Liga Champions pada musim depan,” ujar Chamberlain.